Pengajaran Efektif

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pada hakikatnya pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan suasana atau memberikan pelayanan agar murid-murid belajar. Dalam menciptakan suasana atau pelayanan, hal yang esensial bagi guru adalah memahami bagaimana murid-muridnya memperoleh pengetahuan dari kegiatan belajarnya.  Jika guru dapat memahami proses pemerolehan pengetahuan, maka ia dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat bagi murid-muridnya.  Terjadinya proses belajar pada murid yang sedang belajar memang sulit untuk diketahui secara kasat mata, karena proses belajar berlangsung secara mental.  Namun, dari berbagai hasil penelitian atau percobaan, para ahli psikologi dapat menggambarkan bagaimana proses tersebut berlangsung.

Berfokus pada strategi-strategi yang digunakan guru untuk memindahkan informasi kepada siswa dengan cara yang kemungkinan besar paling membantu siswa memahami, mandiri, dan menggunakan konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan baru. Pengajaran yang efektif tidak lepas dari mengajar yang baik. Kebanyakan orang sependapat bahwa mengajar itu memiliki unsur seni sekaligus unsur ilmu. Pengajaran yang efektif juga dapat menghubungkan berbagai metode antara lain praktikum, ceramah, diskusi, dan pembelajaran kooperatif.
. Efektif menggunakan waktu latihan mandiri, ada beberapa acuan untuk keefektifan menggunakan waktu mandiri antara lain: (1) Jangan menugaskan untuk independent practice sampai kita yakin siswa dapat melakukannya. Ini adalah hal yang paling penting bahwa independent practice adalah latihan bukan pengajaran sehingga siswa seharusnya mampu mengerjakan dengan sendiri-sendiri, (2) Pertahankan menggunakan tugas-tugas pendek, (3) Beri instruksi yang jelas, yaitu dengan meminta siswa untuk membaca dan memparaphrasekan instruksi untuk meyakinkan bahwa mereka sudah paham, (4) Biarkan siswa memulai dan kemudian hindari untuk mengganggu dan menghentikannya, (5) Memonitor pekerjaan siswa, misalnya dengan berjalan mengelilingi kelas saat siswa sedang mengerjakan tugasnya, (6) Mengumpulkan tugas mereka dan memberikan feedback dan penilaian terhadap tugas yang dikumpulkan, karena dengan cara ini siswa berusaha mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya. Struktur yang dipaparkan secara jelas dan pernyataan transisional tentang struktur pelajaran ditemukan untuk meningkatkan pemahaman murid (Thompson, 1960; Kallison, 1986). Guru yang membuat proses pembelajaran lancar, berpindah secara teratur dari topik ke topik ternyata instruksinya (pengajaran) lebih efektif daripada guru yang yang mengganti topik secara acak atau menyimpang dari point utama (Smith and Cotten, 1980).

Menyadari bahwa karakteristik anak didik kita dalam tingkatan intelektual dan gaya belajar yang beragam, yang berakibat pada perbedaan kemampuan dan kecepatan mereka menuntaskan tugas-tugas belajarnya, maka pandangan konstruktivisme adalah relevan diterapkan dalam pembelajaran matematika. Belajar matematika adalah masalah membangun pemahaman dan pengertian terhadap materi matematika. Yang harus melakukan belajar adalah anak didik sendiri baik secara individual atau dengan bantuan teman atau gurunya. Mereka sendiri yang harus melakukan upaya membangun pemahamannya tersebut, teman yang lebih mampu atau gurunya sebatas memberikan bantuan hingga mereka mampu menyelesaikan sendiri tugas-tugas belajarnya untuk mendapatkan pengetahuan konseptual ilmiahnya berdasarkan pengetahuan spontannya.

Rumusan Masalah

Apakah yang dimaksud dengan pedagogis, pengajaran yang efektif, dan komunitas pelajar?

Tujuan

  • Umum

Setiap kegiatan harus diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu untuk memecahkan permasalahan tertentu.

  • Khusus

Strategi-strategi pembelajaran yang diterapkan agar mencapai hasil yang maksimal dalam proses pembelajaran.

Manfaat

  • Teoritis

Agar strategi-strategi pembelajaran yang diterapkan untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal dan sebaik-baiknya dalam proses pembelajaran.

  • Praktis

Diharapkan strategi-strategi pembelajaran yang diterapkan merupakan strategi yang benar-benar dibutuhkan peserta didik dan layak untuk dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s