Penerapan

PENERAPAN


Berdasarkan data observasi awal, guru menggunakan model pembelajaran yang konvensional (ceramah), sehingga siswa kurang aktif dalam menerima pelajaran dari guru. Guru menerangkan semua materi yang akan dibahas, sedangkan siswa dituntut untuk mendengarkan penjelasan guru. Siswa seringkali terlihat bercerita dan bercanda dengan siswa yang lain. Selain itu, masih ada dari sebagian siswa yang belum membawa buku referensi pada saat proses pembelajaran dikelas. Sehingga hal ini dapat mengganggu kelancaran dalam pembelajaran dikelas. Siswa hanya mengikuti aturan yang dibuat guru dikelas, sehingga siswa menganggap metode ini juga membosankan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperbaiki praksis pendidikan. Metode yang digunakan salah satunya adalah model pembelajaran aktif yaitu model index card match (mencari pasangan).
Model pembelajaran ini melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut dimana siswa yang lebih aktif dari pada gurunya. Dengan digunakannya model pembelajaran dalam mengajar , maka guru akan merasakan adanya kemudahan di dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, sehingga tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dalam proses pembelajaran dapat tercapai dan tuntas sesuai yang diharapkan yaitu mencapai batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 6,5. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan subyek penelitian yaitu guru dan siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Subah Kabupaten Batang.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas adalah kualitatif. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan peningkatan rata – rata nilai kelas 65,8 dengan ketuntasan belajar mencapai 65 %, sedangkan pada siklus II rata – rata kelas mencapai 77,5 dengan ketuntasan belajar mencapai 90% dibandingkan dengan sebelum dilakukan penelitian yaitu nilai rata – rata 62,1 dengan ketuntasan hanya 52,5 %. Untuk meningkatkan peran serta semua peserta didik dalam berdiskusi dan presentasi antar pasangan kelompok, guru selalu memberi dorongan untuk aktif kepada peserta didik dengan cara memberi nilai tambahan. Dalam proses pembelajaran, guru disarankan tidak hanya menggunakan metode pembelajaran ceramah saja tetapi juga menggunakan model pembelajaran index card match atau pembelajaran aktif lainnya yang dapat memotivasi siswa untuk belajar. Selain itu, agar penelitian tindakan kelas berjalan maksimal, dibutuhkan dukungan dari berbagai fihak disekolah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s