Pemahaman

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Matematika merupakan salah satu ilmu yang berperan sangat dominan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, siswa dituntut untuk menguasai materi pelajaran matematika secara tuntas. Hal ini bertujuan agar siswa memahami atau menguasai penerapan konsep matematika dan keterkaitannya dalam kehidupan. Dan siswa mampu menerapkan berbagai konsep matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pembelajaran matematika digunakan buku ajar sebagai acuan materi pembelajaran. Buku ajar merupakan buku pendamping seperti buku paket, LKS, dan buku tambahan yang direkomendasikan oleh guru. Buku ajar berfungsi untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep suatu materi. Dengan adanya buku ajar, guru dapat mengetahui batasan-batasan materi yang diberikan.
Pembelajaran matematika di sekolah diajarkan lebih banyak daripada mata pelajaraan lain dari tingkat dasar, menengah dan tingkat atas. Oleh karena itu, penggunaan buku ajar juga memuat materi yang berbeda pada setiap tingkatan. Pada tingkat dasar, siswa diberikan pengetahuan untuk menghitung suatu permasalahan matematika. Sedangkan pada tingkat menengah, selain siswa diberikan pengetahuan menghitung, siswa juga mulai dilatih memikirkan langkah-langkah untuk menyelesaikan soal matematika. Pada tingkat atas, siswa tidak hanya diberikan pengetahuan menghitung dan menerapkan langkah-langkah penyelesaian tetapi siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan bernalar dan logika mereka.
Matematika dianalogikan sebagai pelajaran yang membosankan dan sulit, bahkan sebagian siswa menganggap matematika itu menakutkan. Oleh karena itu, siswa tidak menyukai pelajaran matematika. Selain itu, penggunaan buku ajar yang kurang sesuai dengan pembelajaran matematika menyebabkan siswa beranggapan matematika sulit. Karena anggapan tersebut siswa semakin tidak menyukai matematika. Hal inilah yang menyebabkan siswa kurang memahami permasalahan matematika yang berakibat pada hasil belajar matematika.
Kesulitan maupun kegagalan yang dialami siswa tidak hanya bersumber dari dalam diri siswa. Tetapi ada beberapa indikasi lain yang juga menentukan keberhasilan siswa dalam belajar matematika. Indikasi-indikasi tersebut dapat berasal dari luar diri siswa, antara lain lingkungan keluarga, pergaulan, teknik belajar serta strategi pembelajaran yang diterapkan guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Pada umumnya anak yang berasal dari keluarga menengah keatas lebih banyak mendapatkan pengarahan dan bimbingan yang baik dari orang tua mereka. Anak-anak yang berlatar belakang ekonomi rendah, kurang mendapat bimbingan dan pengarahan yang cukup dari orang tua mereka karena orang tua lebih memusatkan perhatiannya pada bagaimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa anak yang serba kekurangan dan menderita akibat ekonomi keluarga lemah, justru menjadi cambuk baginya untuk belajar lebih giat dan memehami suatu materi dalam mencapai kesuksesan.
Dalam masyarakat pedesaan masih banyak dijumpai asumsi yang menyatakan “sekolah itu tidak penting “. Asumsi seperti ini banyak dianut oleh kaum buruh, petani, dan karyawan pabrik. Orang tua yang memegang prinsip demikian, tentu tidak akan memperhatikan aktivitas maupun prestasi belajar anaknya. Jika dilihat dari tingkat pendidikannya ternyata mereka memiliki latar belakang pendidikan yang rendah. Berdasarkan kenyataan tersebut, dapat dikatakan bahwa orang tua yang berpendidikan tinggi pada umumnya memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anaknya. Jadi orang tua yang berpendidikan tinggi tidak hanya menyekolahkan anaknya saja, tetapi mereka juga memperhatikan prestasi belajar anaknya.
Dalam kegiatan belajar mengajar perlu adanya penunjang agar kegiatan tersebut dapat berjalan seimbang. Penunjang kegiatan belajar mengajar tersebut antara lain buku penunjang, buku paket, alat tulis, gedung, ruang belajar, sarana dan prasarana, keuangan dan lain-lain. Fasilitas tersebut dapat mendukung dalam kegiatan belajar siswa sehingga dapat dioptimalkan oleh para siswa dalam meningkatkan pemahaman siswa. Namun pengadaan fasilitas belajar sering kali terhambat oleh keterbatasan dana yang menjadikan guru dan siswa berusaha mengoptimalkan keterbatasan fasilitas yang ada didukung dengan kemampuan siswa dalam memanfaatkannya.
Hal yang sama juga terjadi pada siswa dan siswi SMPN 3 Colomadu kelas II tahun 2010/2011. Banyak peserta didik yang hidup dibawah garis kemiskinan, sehingga mereka lebih mengutamakan mencari makan daripada mengutamakan belajar. Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat sosial ekonomi terhadap pembelajaran matematika. Hal ini bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah pembelajaran yang terjadi terkait dengan masalah sosial ekonomi.
Melalui penelitian ini praktisi pendidikan dapat mencari solusi mengenai pengaruh buku ajar terhadap pamahaman siswa pada pembelajaran matematika sekolah yang ditinjau dari tingkat sosial ekonomi dan jenis kelamin. Sehingga diharapkan dapat tercipta pendidikan yang bermutu tetapi terjangkau bagi semua kalangan masyarakat.

Identifikasi Masalah

  • Materi matematika bersifat abstrak sehingga siswa kurang memahami konsep matematika.
  • Adanya anggapan bahwa matematika merupakan materi ajar yang sulit dipahami.
  • Penggunaan buku ajar matematika yang sesuai untuk memudahkan siswa memahami suatu materi matematika.

Pembatasan Masalah
Pengaruh buku ajar dalam pembelaran matematika dalam membantu pemahaman siswa terhadap suatu materi.
Aspek sosial ekonomi dan jenis kelamin dalam mempengaruhi pemahaman siswa dalam penggunaan buku ajar pada pembelajaran matematika sekolah.
Penelitian dilakukan terhadap siswa SMPN 3 Colomadu kelas II semester genap 2010/2011.

Rumusan Masalah
Apakah terdapat pengaruh buku ajar terhadap pemahaman siswa yang ditinjau dari tingkat sosial ekonomi dan jenis kelamin pada siswa SMPN 3 Colomadu kelas II semester genap?

Tujuan
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui pengaruh buku ajar terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika sekolah pada siswa SMPN 3 Colomadu kelas II semester genap tahun 2010/2011 ditinjau dari tingkat sosial ekonomi dan jenis kelamin.

Manfaat

  • Manfaat Teoritis

Secara umum hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai pengembangan ilmu dan sebagai sarana dalam menuangkan ide ilmiah serta memperoleh pengalaman dalam penelitian.

  • Manfaat Praktis
  1. Bagi guru, memberikan pengetahuan mengenai pengaruh buku ajar pada pemahaman matematika siswa yang ditinjau dari tingkat sosial ekonomi dan jenis kelamin.
  2. Bagi sekolah, diharapkan dengan mengetahui pengaruh buku ajar dalam pemahaman matematika siswa yang ditinjau dari tingkat sosial ekonomi dan jenis kelamin mampu memberikan perbaikan proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan kualitas pemahaman konsep matematika.
  3. Bagi peneliti, mengetahui pengaruh buku ajar dalam pemahaman matematika siswa yang ditinjau dari tingkat sosial ekonomi dan jenis kelamin.
  4. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk pengembangan penelitian lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s